Selasa, 26 Maret 2013

RASIONEL BIMBINGAN DAN KONSELING KELOMPOK DALAM BIMBINGAN KONSELING



Kelompok terjelma dari kupulan sejumlah orang yang kedalamnya ditumbuhkan atai diberikan “kualitas” tertentu sehingga “kumpulan kuantitatif” orang-orang itu memiliki “kebersamaan kualitatif” yang menghidupkan kelompok itu. Faktor-faktor pengikat dalam kelompok sebagaimana diungkapkan terdahulu merupakan faktor-faktor yang yang menimbulkan “:kebersamaan kualitati” itu. “kebersamaan kualitatif” itulah yang memungkinkan sejumlah orang yang berkumpul itu menjadi “hidup” dan menjalankan kehidupan kelompok.
Kelompok yang baik ialah apabila kelompok itu diwarnai oleh semangat yang tinggi,kerja samayang lancar dan mantap, serta adanya saling mempercayai di antara angota-anggotanya. Kelompok yang baik seperti itu akan terwujud apabila para anggotanya saling bersikap sebagai kawan dalam arti yang sebenarnya, mengerti dan menerima secara positif tujuan bersama, dengan kuat merasa setia kepada kelompok, serta mau bekerja keras atau bahkan berkorban untuk kelompok. Kekuatan yang mendorong kehidupan kelompok itu dikenal sebagai dinamika kelompok.
Kelompok yang baik ditumbuhkan (melalui dinamika kelompok itu sendiri), oleh anggota-anggotanya, tetapi juga sebaliknya kelompok yang baik dapat membentuk anggota-anggota menjadi anggota kelompok yang baik (juga melalui dinamika kelompoknya sendiri).
Faktor-faktor yang dapat memengaruhi kualitas kelompok:
  1. Tujuan dan kegiatan kelompok.
  2. Jumlah anggita.
  3. Kualitas pribadi masing-masing anggota kelompok.
  4. Kedududkan kelompok.
  5. Kemampuan kelompok untuk memenuhi kebutuhan anggota.
Kondisi positif yang ada pada faktor-faktor tersebut di atas akan dapat menunjang terhadap berfungsinya kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Namun ada satu faktor yang sangat penting dan tidak boleh ditinggalkan yaitu tumbuh dan berkembangnya dinamika kelompok. Faktor yang disebutkan diatas bisa jadi baik namun tanpa berjalannya dinamika kelompok maka kineja kelompok tersebut diragukan kehandalannya.
Dinamika kelompok merupakan sinergi dari semua faktor yang ada dalam suatu kelompok, artinya merupakan pengerahan secara serentak semua faktor yang dapat digerakkan dalam kelompok itu. Dengan demikian, dinamika kelompok merupakan jiwa yang menghidupkan dan menghidupi suatu kelompok.
Layanan dengan pendekatan kelompok dalam bimbingan dan konseling merupakan bentuk usaha pemberian bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan. Suasana kelompok, yaitu antarhubungan dari semua orang yang terlibat dalam kelompok, dapat merupakan wahana di mana masing-masing anggota kelompok itu (secara perorangan) dapat memanfaatkan semua informasi, tanggapan, dan reaksi dari anggota kelompok lainnya untuk kepentingan dirinya yang bersangkut paut dengan pengembangan diri anggota kelompok yang bersangkutan. Dari segi lain, kesempatan mengemukakan pendapat, tanggapan, dan berbagai reaksi pun dapat merupakan peluang yang amat berharga bagi perorangan yang bersangkutan. Kesempatan timbal balik inilah yang merupakan dinamika dari kehidupan kelompok (dinamika kelompok) yang akan membawakan kemanfaatan bagi para anggotanya. Apabila disebut “kemanfaatan” di sini, tidaklah berarti bahwa suasana kelompok selalu serba menyenangkan, melegakan, ataupun bersifatmenguuntungkan bagisetiap anggota kelompok.  Suasana kelompok kadang-kadang terkadang terasa mencekam, merisaukan, ataupun “merugikan”. Namun demikian, betapa pun suasana kelompok itu, dirasakan sebagai suasana yang positif ataupun negatif, pada akhirnya, terutama pada bidang bimbingan dan konseling kelompok, diharapkan dapat merupakan sumbangan bagi pengembangan pribadi dan pemerkayaan masing-masing anggota kelompok.
Melalui dinamika kelompok setiap anggota kelompok diharapkan mampu tegak sebagai perorangan yang sedang mengembangkan kediriannya dalam hubungannya dengan orang lain. Ini tidak berarti bahwa kedirian seseorang seseorang lebih ditonjolkan daripada kehidupan kelompok secara umum. Pengembangan pribadi kedirian tidak boleh merusak pribadi oranglain, dan juga sebaliknya.
Pengembangan pribadi kedirian dan kepentingan orang lain atau kelompok harus dapat saling menghidupi sehingga tercapai suatu keselarasan, keserasian, dan keseimbangan diantara keduanya, yaitu antara tuntutan pribadi dan tuntutan atau kepentingan sosial. Masing-masing perorangan hendaklah mampu mewujudkan kediriannya secara penuh dengan selalu mengingat kepentingan orang lain. Dalam hal ini, layanan kelompok dalam bimbingan dan konseling menjadi tenpat pengembangan sikap, ketrampilan dan keberanian sosial yang bertenggang rasa. Inilah mungkin yang menjadi kekhususan sifat pendekatan kelompok kita bila dibandingkan dengan pendekatan kelompok dibandingkan dunia lain yang lebih mementingkan perkembangan pribadi kedirian masing-masing anggota kelompok.
Secara khusus, dinamika kelompok dapat dimanfaatkan untuk pemecahan masalah pribadi anggota kelompok, apabila interaksi dalam kelompok itu difokuskan pada pemecahan masalah pribadi yang dimaksudkan.
Dalam kegiatan bimbingan dan konseling, kelompok-kelompok yang digunakan adalah kelompok sekunder, psikologikal, tidak terorganisasi, dan informal. Selain itu dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling melalui pendekatan kelompok ada dua jenis kelompok yang dapat dikembangkan, yaitu kelompok bebas dan kelompok tugas. Kelompok bebas melakukan kegiatan kelompok tanpa penugasan tertentu, dan keidupan kelompok itu memang tidak disiapkan secara khusus sebelumnya. Dalam kelompok tugas arah dan isi kegiatan kelompok ditetapkan terlebih dahulu. Kelompok tugas diberi tugas untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, baik yang berasal dari luar kelompok atau yang timbul dari dalam kelompok tersebut.
Meskipun dalam elompok tugas masing-masing anggta terikat pada penyelesaian tugas, namun pengembangan kedirian yang bertengang rasa pada setiap anggota tidak boleh diabaikan. Tugas yangditetapkan untuk digarap oleh suatu kelompok tugas sebenarnya adalah suatu sangkutan semata untuk mengarahkan kegiatan kelompok. Penyelesaian tugas itu bukan merupakan tujuan dari anggota kelompok, melainkan alat yang merupakan arah dan titik tumpu kehidupan kelompok yang dinamis.


DAFTAR PUSTAKA


Prayitno. 1995. Layanan Bimbingan dan Konseling Kelompok (Dasar dan Profil). Jakarta: Ghalia Indonesia

0 komentar:

Posting Komentar

 
Free Website templateswww.seodesign.usFree Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesAgence Web MarocMusic Videos OnlineFree Wordpress Themeswww.freethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree CSS Templates Dreamweaver