Sabtu, 30 Maret 2013

Pemimpin Kelompok

Pemimpin Kelompok


  1. Syarat
Menurut Prof. Mungin Eddy W ( 2005:118) ada beberapa syarat menjadi pemimpin kelompok yaitu:
1.    Kepribadian dan Karakter pemimpin kelompok
  • Kehadiran,pemimpin kelompok bisa hadir secara emosional pada penggalaman orang lain.
  • Kekuatan pribadi,meliputi kepercayaan diri dan kesadaran akan pengaruh sesorang kepada orang lain.
  • Keberaniana, pemimpin kelompok yang efektif harus sadar bahea mereka perlu menunjukan keberanian dalam interaksi dengan anggotanya.
  • Kemauan untuk mengkonfrontasi diri sendiri,menunjukan keberanian bukan hanya pada cara- cara berhubungan dengan kelompok tetapi dengan berhubungan dengan diri mereka sendiri juga.
  • Kesadaran diri, berbarengan dengan hal menghadapi diri sendiri. Ciri esensial dari kepemimpinan efektif adalah kesadaran akan diri sendiri, akan kebutuhan dan motivasi – motivasi seseorang,akan konflik atau masalah – masalah pribadi,akan bertahanan dan titik kelemahan,akan bidang usaha – uasaha yang belum selesai.
  • Kesungguhan/ketulusan, minat yang tulus dan sungguh – sungguh pada kesejahteraan orang lain dan kemampuan untuk berkembang secara konstruktif.
  • Keaslian (authenticity) ,pemimpin menjadi sesorang yang asli,nyata atau rill,kongruen dan jujur.
  • Mengerti identitas, bila akan menolong orang lain,pemimpin kelompok perlu memiliki pengertian yang jelas tentang identitas diri mereka sendiri.
  • Keyakinan / kepercyaan dalam proses kelompok,merupakan esensi keberhasilan dari proses kelompok.
  • Kegairahan (antusiasme)
  • Daya cipta dan kreatif
  • Daya tahan (stamina)
Menurut Trait Theories of Leadership di dalam buku Dinamika Kelompok karangan Slamet Santosa menyebutkan ciri seseorang dapat dikatakan pemimpin adalah :
  1. Intelegensi bahwa pemimpin memiliki intelegensi lebih dari yang lain.
  2. Kematangan sosial dan pengetahuan luas.
  3. Memiliki motivasi sendiri dan dorongan berprestasi.
  4. Sikap untuk meyakini hubungan dengan orang lain.
Menurut Floyd ruch dan Stogdill dalam buku Dinamika Kelompok karangan Slamet Santosa menyebutkan syarat pemimpin  adalah :
  1. Social perception, pemimpin harus dapat memiliki ketajaman dalam menghadapi situasi.
  2. Ability in abstract thinking, pemimpin harus memiliki kecakapan secara abstrak terhadap masalah yang dihadapi.
  3. Emotional stability, pemimpin harus memiliki perasaan yang stabil, tidak mudah terkena pengaruh dari pihak luar.


Pemimpin kelompok memiliki peran penting dalam rangka membawa para anggotanya menuju suasana yang mendukung tercapainya tujuan bimbingan kelompok. Sebagaimana yang dikemukakan Prayitno (1995: 35-36) bahwa peranan pemimpin kelompok ialah:
1.    Pemimpin kelompok dapat memberikan bantuan, pengarahan ataupun campur tangan langsung terhadap kegiatan kelompok. Campur tang ini meliputi, baik hal-hal yang bersifat isi dari yang dibicarakanmaupun yang mengenai proses kegiatan itu sendiri
2.    Pemimpin kelompok memusatkan perhatian pada suasana yang berkembang dalam kelompok itu, baik perasaan anggota-anggota tertentu maupun keseluruhan kelompok. Pemimpin kelompok dapat menanyakan suasanan perasaan yang dialami itu.
3.    Jika kelompok itu tampaknya kurang menjurus kearah yang dimaksudkan maka pemimpin kelompok perlu memberikan arah yang dimaksudkan itu.
4.    Pemimpin kelompok juga perlu memberikan tanggapan (umpan balik) tentang berbagai hal yang terjadidalam kelompok, baik yang bersifat isi maupun proses kegiatan kelompok.
5.    Lebih jauh lagi, pemimpin kelompok juga diharapkan mampu mengatur “lalu lintas” kegiatan kelompok, pemegang aturan permainan (menjadi wasit), pendamai dan pendorong kerja sama serta suasana kebersamaan. Disamping itu pemimpin kelompok, diharapkan bertindak sebagai penjaga agar apapun yang terjadi di dalam kelompok itu tidak merusak ataupun menyakiti satu orang atau lebih anggota kelompok sehingga ia / mereka itu menderita karenanya.
6.    Sifat kerahasiaan dari kegiatan kelompok itu dengan segenap isi dan kejadian-kejadian yang timbul di dalamnya, juga menjadi tanggung jawab pemimpin kelompok.

B.    Tugas dan Peranan
Menurut Prof. Munggin (2005 : 107-105)D tugas dari pemimpin kelompok adalah :
1)    Membuat dan Mempertahankan Kelompok
Pemimpin mempunyai tugas untuk membentuk dan mempertahankan kelompok. Melalui wawancara awal dengan calon anggota dan melalui seleksi yang baik, pemimpin kelompok membentuk konseling.
2)    Membentuk budaya
Setelah kelompok terbentuk, pemimpin kelompok mengupayakan agar kelompok menjadi sistem sosial yang terapeutik kemudian dicoba menumbuhkan norma – norma yang dipakai sebagai pedoman interaksi kelompok.
3)    Membentuk norma – norma
Norma – norma di dalam kelompok dibentuk berdasarkan harapan anggota kelompok terhadap kelompok dan pengaruh langsung maupun tidak langsung dari pemimpin dan anggota yang lebih pengaruh.
Menurut Prayitno peran pemimpin kelompok adalah :
  1. Pembentukan kelompok dari sekumpulan (calon) peserta.
  2. Penstrukturan, yaitu membahas bersama anggota kelompok apa, mengapa dn bagaimana layanan BKp atau KKp dilaksanakan.
  3. Pertahapan kegiatan BKp dan KKp
  4. Tindak lanjut layanan.
C.    Keterampilan yang harus dimiliki
Pemimpin kelompok harus menguasai dan mengembangkan kemampuan atau ketrampilan dan sikap  untuk terselenggaranya kegiatan kelompok. Ketrampilan dan sikap yang perlu dimiliki menurut Prof. Mungin(2005 :123 – 130 ) meliputi :
  1. Aktif mendengar
  2. Refleksi
  3. Menguraikan dan menjelaskan pertanyaan.
  4. Meringkas.
  5. Penjelasan singkat dan pemberian informasi
  6. Mendorong dan mendukung
  7. Pengaturan nada suara
  8. Pemberian model dan penyiapan diri.
  9. Penggunaan mata.

DAFTAR PUSTAKA
Dewa, Ketut S. 2002. Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rineka Cipta.
Eddy, Wibowo Mungin. 2005. Konseling Kelompok Perkembangan. Semarang: Unnes Press.
Mugiarso, Heru dkk. 007. Bimbingan dan Konseling. Semarang : UPT UNNES PRESS.
Prayitno. 1995. Layanan Bimbingan dan Konseling Kelompok. Jakarta : Ghalia Indonesia.
Romlah, Tatik. 2001. Teori dan Praktik Bimbingan Kelompok. Malang : Universitas Negeri Malang.
Santosa ,Slamet.2004. Dinamika Kelompok.jakarta : PT . Bumi Aksara.
W. S. Winkel dan M.M. Sri Hastuti. 2004. Bimbingan Dan Konseling Di Institusi Pendidikan. Yogyakarta: Media Abadi.

Selasa, 26 Maret 2013


RASIONEL BIMBINGAN DAN KONSELING KELOMPOK DALAM BIMBINGAN KONSELING



Kelompok terjelma dari kupulan sejumlah orang yang kedalamnya ditumbuhkan atai diberikan “kualitas” tertentu sehingga “kumpulan kuantitatif” orang-orang itu memiliki “kebersamaan kualitatif” yang menghidupkan kelompok itu. Faktor-faktor pengikat dalam kelompok sebagaimana diungkapkan terdahulu merupakan faktor-faktor yang yang menimbulkan “:kebersamaan kualitati” itu. “kebersamaan kualitatif” itulah yang memungkinkan sejumlah orang yang berkumpul itu menjadi “hidup” dan menjalankan kehidupan kelompok.
Kelompok yang baik ialah apabila kelompok itu diwarnai oleh semangat yang tinggi,kerja samayang lancar dan mantap, serta adanya saling mempercayai di antara angota-anggotanya. Kelompok yang baik seperti itu akan terwujud apabila para anggotanya saling bersikap sebagai kawan dalam arti yang sebenarnya, mengerti dan menerima secara positif tujuan bersama, dengan kuat merasa setia kepada kelompok, serta mau bekerja keras atau bahkan berkorban untuk kelompok. Kekuatan yang mendorong kehidupan kelompok itu dikenal sebagai dinamika kelompok.
Kelompok yang baik ditumbuhkan (melalui dinamika kelompok itu sendiri), oleh anggota-anggotanya, tetapi juga sebaliknya kelompok yang baik dapat membentuk anggota-anggota menjadi anggota kelompok yang baik (juga melalui dinamika kelompoknya sendiri).
Faktor-faktor yang dapat memengaruhi kualitas kelompok:
  1. Tujuan dan kegiatan kelompok.
  2. Jumlah anggita.
  3. Kualitas pribadi masing-masing anggota kelompok.
  4. Kedududkan kelompok.
  5. Kemampuan kelompok untuk memenuhi kebutuhan anggota.
Kondisi positif yang ada pada faktor-faktor tersebut di atas akan dapat menunjang terhadap berfungsinya kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Namun ada satu faktor yang sangat penting dan tidak boleh ditinggalkan yaitu tumbuh dan berkembangnya dinamika kelompok. Faktor yang disebutkan diatas bisa jadi baik namun tanpa berjalannya dinamika kelompok maka kineja kelompok tersebut diragukan kehandalannya.
Dinamika kelompok merupakan sinergi dari semua faktor yang ada dalam suatu kelompok, artinya merupakan pengerahan secara serentak semua faktor yang dapat digerakkan dalam kelompok itu. Dengan demikian, dinamika kelompok merupakan jiwa yang menghidupkan dan menghidupi suatu kelompok.
Layanan dengan pendekatan kelompok dalam bimbingan dan konseling merupakan bentuk usaha pemberian bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan. Suasana kelompok, yaitu antarhubungan dari semua orang yang terlibat dalam kelompok, dapat merupakan wahana di mana masing-masing anggota kelompok itu (secara perorangan) dapat memanfaatkan semua informasi, tanggapan, dan reaksi dari anggota kelompok lainnya untuk kepentingan dirinya yang bersangkut paut dengan pengembangan diri anggota kelompok yang bersangkutan. Dari segi lain, kesempatan mengemukakan pendapat, tanggapan, dan berbagai reaksi pun dapat merupakan peluang yang amat berharga bagi perorangan yang bersangkutan. Kesempatan timbal balik inilah yang merupakan dinamika dari kehidupan kelompok (dinamika kelompok) yang akan membawakan kemanfaatan bagi para anggotanya. Apabila disebut “kemanfaatan” di sini, tidaklah berarti bahwa suasana kelompok selalu serba menyenangkan, melegakan, ataupun bersifatmenguuntungkan bagisetiap anggota kelompok.  Suasana kelompok kadang-kadang terkadang terasa mencekam, merisaukan, ataupun “merugikan”. Namun demikian, betapa pun suasana kelompok itu, dirasakan sebagai suasana yang positif ataupun negatif, pada akhirnya, terutama pada bidang bimbingan dan konseling kelompok, diharapkan dapat merupakan sumbangan bagi pengembangan pribadi dan pemerkayaan masing-masing anggota kelompok.
Melalui dinamika kelompok setiap anggota kelompok diharapkan mampu tegak sebagai perorangan yang sedang mengembangkan kediriannya dalam hubungannya dengan orang lain. Ini tidak berarti bahwa kedirian seseorang seseorang lebih ditonjolkan daripada kehidupan kelompok secara umum. Pengembangan pribadi kedirian tidak boleh merusak pribadi oranglain, dan juga sebaliknya.
Pengembangan pribadi kedirian dan kepentingan orang lain atau kelompok harus dapat saling menghidupi sehingga tercapai suatu keselarasan, keserasian, dan keseimbangan diantara keduanya, yaitu antara tuntutan pribadi dan tuntutan atau kepentingan sosial. Masing-masing perorangan hendaklah mampu mewujudkan kediriannya secara penuh dengan selalu mengingat kepentingan orang lain. Dalam hal ini, layanan kelompok dalam bimbingan dan konseling menjadi tenpat pengembangan sikap, ketrampilan dan keberanian sosial yang bertenggang rasa. Inilah mungkin yang menjadi kekhususan sifat pendekatan kelompok kita bila dibandingkan dengan pendekatan kelompok dibandingkan dunia lain yang lebih mementingkan perkembangan pribadi kedirian masing-masing anggota kelompok.
Secara khusus, dinamika kelompok dapat dimanfaatkan untuk pemecahan masalah pribadi anggota kelompok, apabila interaksi dalam kelompok itu difokuskan pada pemecahan masalah pribadi yang dimaksudkan.
Dalam kegiatan bimbingan dan konseling, kelompok-kelompok yang digunakan adalah kelompok sekunder, psikologikal, tidak terorganisasi, dan informal. Selain itu dalam pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling melalui pendekatan kelompok ada dua jenis kelompok yang dapat dikembangkan, yaitu kelompok bebas dan kelompok tugas. Kelompok bebas melakukan kegiatan kelompok tanpa penugasan tertentu, dan keidupan kelompok itu memang tidak disiapkan secara khusus sebelumnya. Dalam kelompok tugas arah dan isi kegiatan kelompok ditetapkan terlebih dahulu. Kelompok tugas diberi tugas untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, baik yang berasal dari luar kelompok atau yang timbul dari dalam kelompok tersebut.
Meskipun dalam elompok tugas masing-masing anggta terikat pada penyelesaian tugas, namun pengembangan kedirian yang bertengang rasa pada setiap anggota tidak boleh diabaikan. Tugas yangditetapkan untuk digarap oleh suatu kelompok tugas sebenarnya adalah suatu sangkutan semata untuk mengarahkan kegiatan kelompok. Penyelesaian tugas itu bukan merupakan tujuan dari anggota kelompok, melainkan alat yang merupakan arah dan titik tumpu kehidupan kelompok yang dinamis.


DAFTAR PUSTAKA


Prayitno. 1995. Layanan Bimbingan dan Konseling Kelompok (Dasar dan Profil). Jakarta: Ghalia Indonesia

KONSEP DASAR DAN MISSKONSEPSI BIMBINGAN DAN KONSELING KELOMPOK


A Pengertian Dasar
Layanan Konseling Kelompok (KKp) dan/atau Bimbingan Kelompok (BKp) merupakan jenis layanan koseling yang mengikutkan sejumlah peserta dalam bentuk kelompok, dengan konselor sebagai pemimpin kelompok. Layanan ini mengaktifkan dinamika kelompok untuk membahas berbagai hal yang berguna bagi pengembangan pribadi dan/atau pemecahan masalah individu yang menjadi peserta kegiatan kelompok.
Dalam BKp dibahas topik-topik umum yang menjadi kepedulian bersama anggota kelompok, sedangkan dalam KKp dibahas masalah pribadi yang dialami masing-masing anggota kelompok. Di manapun kedua jenis layanan ini dilaksanakan, harus terjamin bahwa dinamika kelompok dapat berkembang dengan sebaik-baiknya untuk mencapai tujuan kelompok.

B.    Tujuan Bimbingan dan Konseling Kelompok
Tujuan umum layanan BKp dan/atau KKp adalah berkembangnya kemampuan sosialisasi anggota kelompok, khususnya kemampuan dalam berkomunikasi.
Secara khusus tujuan BKp dan KKp adalah sebagai berikut:
a)    BKp bertujuan membahas topik-topik tertentu yang  mengandung permasa-lahan actual dan menjadi perhatian anggota kelompok. Melalui dinamika kelompok yang intensif, pembahasan topic-topik itu mendorong pengembangan perasaan, pikiran, persepsi, wawasan, dan sikap yang menunjang diwujudkannya tingkah laku yang lebih efektif. Dalam hal ini kemampuan berkomunikasi, verbal maupun non verbal, ditingkatkan.
b)    KKp terfokus pada pembahasan masalah pribadi salah satu anggota kelompok secara bergantian. Melalui layanan kelompok yang intensif dalam upaya pemecahan masalah tersebut para anggota kelompok memperoleh dua tujuan sekaligus, yaitu :
a.    terkembangkannya perasaan, pikiran, persepsi, wawasan, dan sikap terarah pada ting-kah laku khususnya dalam bersosialisasi/komunikasi
b.    terpecahkannya masalah individu yang bersangkutan dan diperolehnya imbasan pemecahan masalah tersebut bagi anggota kelompok yang lain.

C.    Komponen Bimbingan dan Konseling Kelompok
1.    Konselor: sebagai pemimpin kelompok dengan kemampuan
•    Menciptakan suasana kelompok sehingga terciptanya dinamika kelompok
•    Berwawasan luas (ilmiah dan moral).
•    Mampu membina hubungan antarpersonal yang hangat, damai, berbagi, empatik, altruistik, jauh dari kesukaaan untuk membuat kelompok.
Peranan PK:
•    Membentuk kelompok
•    Melakukan penstrukturan
•    Mengembangkan dinamika kelompk
•    Mengevaluasi proses dan hasil belajar
Jumlah kelompok: 8-10 orang dengan memperhatikan homogenitas dan heterogenitas kemampuan anggota kelompok. Kemampuan dengan perbandingan 2:1 antara yang pintar atau kurang pintar. Dari segi jenis pria atau wanita yaitu 1:1.
Peran anggota kelompok:
a.    Aktif, mandiri melaui aktivitas langsung melalui sikap 3M (mendengar dengan aktif, memahami dengan positif dan merespon dengan tepat), sikap seperti seorang konselor.
b.    Berbagi pendapat, ide dan pengalaman
c.    Empati
d.    Menganalisa
e.    Aktif membina keakraban, membina keikatan emosional
f.    Mematuhi etika kelompok
g.    Menjaga kerahasiaan, perasaan dan membantu serta
h.    Membina kelompok untuk untuk menyukseskan kegiatan kelompok.

D.    Asas Bimbingan dan Konseling Kelompok
Dalam Bimbingan kelompok, asas yang dipakai:
a.    Kesukarelaan : Tidak ada pemaksaan dalam mengemukakan pendapat.
b.    Keterbukaan : Adalah keterusterangan dalam memberikan pendapat.
c.    Kegiatan: Partisipasi semua anggota kelompok dalam mengemukakan pendapat sehingga cepat tercapainya tujuan Bimbingan kelompok.
d.    Kenormatifan : Aturan dalam menyampaikan ide dan gagasan hendaknya dengan baik, benar, gaya bahasa yang menyenangkan, tidak menyalahkan anggota kelompok.
e.    Kerahasiaan : ini terakhir karena topic (pokok bahasan) bersifat umum.

E.    Langkah-langkah umum bimbingan dan konseling kelompok:
a.    Pembentukan
b.    Peralihan
c.    Kegiatan
d.    Pengakhitan 

F.    Kesalahpahaman dalam Bimbingan dan Konseling Kelompok:
Bimbingan dan konseling kelompok sering diartikan sempit dan sederhana, dan justru kadang-kadang tidak terkait dengan makna bimbingan dan konseling yang sebenarnya. Beberapa kesalahpahaman masih hidup diantara mereka yang hidup di lingkungan bimbingan konseling, yaitu:
a.    Kerancuan antara bimbigan kelompok dan membimbing kelompok
b.    Bimbingan kelompok sering disamakan saja dengan kegiatan kelompok
c.    Bimbingan kelompok sering disamakan dengan diskusi
d.    Bimbingan kelompok hanya membahas masalah yang sama
e.    Bimbingan kelompok hanya difokuskan pada pemberian informasi
Daftar Pustaka


Gazda, George M. 1984. Group Counseling A developmental Approach. Third Edition.  Toronto : Allyn And Bacon, Inc.
Prayitno, 1995. Layanan Bimbingan&Konseling Kelompok :Dasar &Profil. Cetakan Pertama. Jakarta : Ghalia Indonesia.
Prayitno. 2005. Layanan Bimbingan Kelompok, Konseling Kelompok. Padang : FIP Universitas Negeri Padang
Dewa, Ketut S. 2002. Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rineka Cipta.
Eddy, Wibowo Mungin. 2005. Konseling Kelompok Perkembangan. Semarang: Unnes Press.
Mugiarso, Heru dkk. 007. Bimbingan dan Konseling. Semarang : UPT UNNES PRESS.
Prayitno. 1995. Layanan Bimbingan dan Konseling Kelompok. Jakarta : Ghalia Indonesia.
Romlah, Tatik. 2001. Teori dan Praktik Bimbingan Kelompok. Malang : Universitas Negeri Malang.
Santosa ,Slamet.2004. Dinamika Kelompok.jakarta : PT . Bumi Aksara.
W. S. Winkel dan M.M. Sri Hastuti. 2004. Bimbingan Dan Konseling Di Institusi Pendidikan. Yogyakarta: Media Abadi.



   


 
Free Website templateswww.seodesign.usFree Flash TemplatesRiad In FezFree joomla templatesAgence Web MarocMusic Videos OnlineFree Wordpress Themeswww.freethemes4all.comFree Blog TemplatesLast NewsFree CMS TemplatesFree CSS TemplatesSoccer Videos OnlineFree Wordpress ThemesFree CSS Templates Dreamweaver